Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Tafsir Al-Qur’an Sebagai Upaya Memahami Ayat Kauniyah
DOI:
https://doi.org/10.54604/fushilat.v1i1.588Kata Kunci:
Integrasi, Ilmu Pengetahuan, Tafsir Al-Qur'an, Ayat KauniyahAbstrak
Di antaran kenyataan sejarah bahwa umat Islam pernah berjaya dengan menguasai ilmu pengetahuan. Namun seiring berjalannya waktu, kejayaan itu hilang berpindah ke tangan orang-orang Eropa. Dikotomi ilmu telah memunculkan pemilahan antara agama dan ilmu pengetahuan. Hal itu menjadikan umat Islam semakin tertinggal.
Agar umat Islam kembali menjemput kejayaan ilmu pengetahuannya, di antara upaya ke arah itu adalah mengintegrasikan antara ilmu dengan Al-Quran. Fokus tulisan ini pertama, untuk menjawab perlukah Al-Quran diintegrasikan dengan ilmu? Kedua, Bagaimana Al-Quran memotivasi agar manusia memiliki ilmu pengetahuan? Ketiga, bagaimana mufasir mengintegrasikan ilmu pengetahuan untuk memahami isyarat keilmuan yang disampaikan Al-Quran terkait penciptaan alam semesta.
Tulisan ini dipaparkan dengan menggunakan metode tafsir maudhui. Hasil dari pembahasan ini menyimpulkan bahwa integrasi ilmu pengetahuan dengan Al-Quran dipandang penting dalam rangka memudahkan pemahaman dalam menangkap pesan dan ajaran yang dikandung Al-Quran, terutama dalam bidang yang berkaitan dengan tema-seputar ayat kauniyah. Al-Quran memberi petunjuknya bagi orang-orang yang memaksimalkan potensi akal dalam rangka menggapai hidayah Allah melalui kecerdasan intelektual dan spiritual yang dimilikinya. Sebagai contoh integrasi ilmu pengetahuan dalam Al-Quran ditampilkan pemahaman terhadap persoalan penciptaan alam semesta dalam enam masa. Di sini tafsir tidak dalam rangka mencocokkan apa yang dikemukakan oleh sains. Tapi penjelasan sains hanya sebagai penambah informasi dan sebagai alternatif pendekatan dalam rangka memahami ajaran Al-Quran.
Referensi
-------. Konsep Ilmu Menurut Al-Ghazali: Tinjauan Psikologik dan Pedagogik, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1991
Hawking, Stephen. The Universe in the Nutshell, 2001.
